Berkonferensi di Tengah-tengah Kampus Hijau Universitas Indonesia

Menjelang Konferensi 20 Tahun Kajian Wanita

Universitas Indonesia “Hukum dan Penghukuman” (3):

 

Imelda Bachtiar

 

Konferensi 20 Tahun Kajian Wanita Universitas Indonesia “Hukum dan Penghukuman” yang berlangsung dari Minggu, 28 November sampai dengan Rabu, 1 Desember 2010, berlangsung di Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat.

Depok, Dulunya Hutan dan Setu

Beratus tahun lalu Kota Depok merupakan sebuah dusun terpencil di tengah hutan belantara, yang kemudian pada tanggal 18 Mei 1696 seorang pejabat tinggi VOC (Dewan Rakyat Jaman Penjajahan Belanda) Cornelis Cahstelein, membeli tanah yang meliputi daerah Depok dan sedikit wilayah Jakarta Selatan serta Ratujaya Bojong Gede. Selanjutnya tahun 1871 Pemerintah Belanda mengizinkan daerah Depok membentuk Pemerintahan dan Presiden sendiri. Cerita tentang wilayah Depok tak lepas dari cerita kehidupan orang Belanda di wilayah ini. Kepemilikan tanah yang hampir sama besar antara penduduk asli, orang Betawi yang menyingkir dari tengah kota, dan orang Belanda. Sampai saat ini pun beberapa kawasan di Depok Dua Tengah, dekat RSIA Hermina sekarang, sering disebut kawasan ”Belanda Depok”. (sumber: http://wisatadepok.blogspot.com/)

Daerah teritorial Depok meliputi 1.244 Ha namun dihapus pada tahun 1952 setelah terjadi perjanjian pelepasan hak antara Pemerintah RI dengan pimpinan Gemeente Depok. Ini tidak termasuk tanah-tanah waris dan beberapa hak lainnya. Bermula dari sebuah kecamatan yang berada dalam lingkungan kewedanaan (Pembantu Bupati) wilayah Parung yang meliputi 21 Desa, pada tahun 1976 perumahan mulai dibangun dan berkembang terus. Akhirnya, pada tahun 1981 pemerintah setempat membentuk kota Administratif Depok yang peresmiannya diselenggarakan pada tanggal 18 Maret 1982 oleh Menteri Dalam Negeri, H. Amir Machmud.

Depok kini, sangat berkembang. Rasanya tidak ada yang tidak mengenal kota pinggiran Jakarta yang digolongkan Kotamadya Daerah Tingkat II ini. Di sinilah terletak universitas negeri terbesar dan tertua di Indonesia, Universitas Indonesia. Depok masuk wilayah Jawa Barat, dan saat ini dipimpin oleh seorang walikota, Ir. Nurmahmudi Ismail dan ditemani wakilnya Yuyun.

Kampus Hijau Universitas Indonesia

Kampus Universitas Indonesia di Depok, Jawa Barat, dijuluki Kampus Hijau (The Green Campus). Terletak di selatan Ibukota Jakarta, dengan luas mencapai 320 hektar ditambah keberadaan 6 danau menjadikan kampus Universitas Indonesia sebagai kampus hijau yang terintegrasi. Selain kampus Depok, UI juga memiliki sarana belajar-mengajar di Salemba. Luasnya lahan kampus memungkinkan UI untuk membangun segenap fasilitas. Mulai dari fasilitas belajar-mengajar sampai fasilitas umum dan pendukung. Aksesibilitas di kampus UI menjamin kemudahan bagi setiap orang untuk datang, berkunjung, dan tinggal di lingkungan kampus. (lihat situs resmi Universitas Indonesia.)

Kawasan terpadu Universitas Indonesia terdiri dari bangunan fisik gedung dan wilayah hijau penyangga seluas 170 ha, Ekosistem Perairan 30 ha, Kawasan Hutan Kota 100 ha dan sarana- prasarana penunjang termasuk penyangga lingkungan 12 ha. Selain Kawasan Hutan Kota yang asri dan nyaman, di Kampus UI Depok juga terdapat danau yang berfungsi untuk daerah resapan air. Terdapat 6 danau utama di kawasan ini, yaitu:

Danau Kenanga (28 ribu meter persegi), Danau Aghatis (20 ribu meter persegi), Danau Mahoni (45 ribu meter persegi), Danau Puspa (20 ribu meter persegi), Danau Ulin luas 72.000 M2. Danau Salam (42 ribu meter persegi).Danau yang paling terkenal adalah Danau Kenanga yang terletak persis di samping gedung Rektorat UI dan Masjid UI.
Peta Kampus Universitas Indonesia di Depok, Jawa Barat

 


Kampus UI Depok

 


Keterangan:

Bagaimana mencapai Kampus Universitas Indonesia, Depok?

Informasi ini tersedia di situs resmi Universitas Indonesia, disertai beberapa tambahan informasi terkini.

Menggunakan alat transportasi mobil, perjalanan ke kampus UI Depok akan menghabiskan waktu sekitar satu jam dari pusat kota Jakarta melalui jalan biasa atau sekitar 30 menit jika melalui jalan tol. Dari bandara Internasional Sukarno Hatta – Jakarta, perjalanan akan menghabiskan waktu sekitar satu setengah hingga dua jam melalui jalan tol. Perjalanan dengan menggunakan taksi dari bandara akan menghabiskan biaya sekitar Rp. 180.000,-. Sediakanlah uang tol untuk supir taksi sekitar Rp. 20.000,-. Setelah melewati semua gerbang tol, supir taksi akan memberikan kembaliannya.

Menggunakan alat transportasi kereta api, maka kita dapat mencapai kampus Depok dengan jarak tempuh yang relatif lebih cepat dibandingkan menggunakan mobil. Pilih menggunakan kereta, pilih jalur kereta regular Depok/Bogor (jalur Jabodetabek, yang menghubungkan Kota dan Bogor). Kini ada beraneka pilihan kereta sesuai dengan tingkat kenyamanannya. Mulai dari Kereta Ekonomi, Kereta Ekonomi AC sampai Kereta Ekspres AC. Tarifnya berturut-turut Rp. 2.000, Rp. 5.500, dan Rp.9.000. Silakan turun di stasiun Universitas Indonesia (UI) atau Pondok Cina. Setiap titik di kampus Depok bisa diakses dengan menggunakan Bus Kuning, yang disediakan secara gratis. Tunggulah di halte bus jika anda ingin menaiki bus kuning atau gunakan “ojek” jika anda sedang terburu-buru. Tarif ojek berkisar dari mulai Rp. 2.000,-, tergantung dari jarak yang ditempuh.

 

Bus kuning UI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lokasi Konferensi “Hukum dan Penghukuman”

 

Pusat Studi Jepang UI

 

 

 

 

Konferensi ”Hukum dan Penghukuman” berlangsung di Pusat Studi Jepang (PSJ), Universitas Indonesia, Depok. Gedung ini terletak di dalam kawasan Fakultas Ilmu Budaya (dulunya bernama Fakultas Sastra).

Pusat Studi Jepang diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Ing. Wardiman Djoyonegoro pada tanggal 2 Juni 1995. Tujuan didirikannya PSJ adalah membentuk hubungan antara Indonesia dengan Jepang ke arah kerjasama yang saling menghormati, saling mengerti, dan saling menguntungkan berdasarkan kemitraan global yang lebih sejajar. Sedangkan, tujuan khusus PSJ UI adalah menyebarluaskan informasi tentang Jepang sebagai negara yang memainkan peranan penting di Asia. Berdasarkan dua alasan tersebut,  PSJ UI akan memusatkan diri pada dua macam kegiatan, yaitu penelitian dan penerangan. (sumber: http://www.ui.ac.id/id/administration/page/gedung-pertemuan diunduh pada 30 September 2010).

PSJ terdiri atas sebuah ruang teater besar berkapasitas 200 orang. Di sinilah nantinya akan berlangsung diskusi panel dan diskusi pleno secara bergantian dari tanggal 29 November sampai 1 Desember 2010. Beberapa ruang diskusi kecil di sekitarnya juga akan berfungsi sebagai ruang diskusi panel dengan jumlah peserta yang lebih sedikit.

Lokasi Penginapan Panelis Konferensi “Hukum dan Penghukuman”

 

 

Wisma Makara UI

 

 

 

 

 

 

 

 

Wisma Makara, sebuah penginapan yang nyaman dan asri, yang masih terletak di lingkungan Universitas Indonesia. Tepatnya di sebelah Asrama Mahasiswa Universitas Indonesia. Suasana menginap di guest house dengan fasilitas 67 kamar dan kolam renang ini, kita seakan-akan berada di tengah rimbunnya hutan tropis Indonesia. Jauh dari hiruk pikuk ibukota. Bila beruntung, maka dari kamar penginapan pandangan kita akan tertumbuk pada lebatnya hutan karet dan jati mas yang melingkupi Universitas Indonesia sebelum bangunan ini berdiri. Penangkaran rusa juga bisa dilihat tak jauh dari sini.

Semua panelis Konferensi ”Hukum dan Penghukuman” yang berdomilisi dari luar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) akan memperoleh fasilitas menginap selama 4 hari 3 malam di Wisma Makara (http://wismamakara.ui.ac.id/).

Selama acara konferensi berlangsung, bis kuning akan mengantar peserta dari lokasi penginapan sampai ke Pusat Studi Jepang (PSJ) dengan menggunakan Bis Kuning Universitas Indonesia.***

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: