Seminar Setengah Hari, Aspek Psikologi dalam Penanganan Hukum Kasus KDRT

Seminar "ASPEK PSIKOLOGI DALAM PENANGANAN HUKUM KASUS KDRT"

Kerangka Acuan

Seminar Setengah Hari

ASPEK PSIKOLOGI DALAM PENANGANAN HUKUM

KASUS KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA

Senin, 28 Juni 2010, pk. 14.00 – 17.00

Kerjasama Program Studi Kajian Wanita PPs – Universitas Indonesia dengan Derap Warapsari

Tempat Penyelenggaraan:

Graha Purna Wira, Jl. Dharmawangsa III no 2, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Latarbelakang

UU No 23/2004 mengenai Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga merupakan suatu terobosan hukum yang sangat penting untuk mengupayakan keadilan bagi korban sekaligus melakukan pencegahan KDRT. Meski demikian, masih ada hambatan dalam pelaksanaannya, yang dalam banyak hal terkait dengan ’aspek psikologi’ dari KDRT itu sendiri dan pemahaman masyarakat termasuk penegak hukum mengenai KDRT. Kekerasan psikis (pasal 7) pada khususnya, sulit dijabarkan dan dibuktikan, meskipun dampak psikis yang diakibatkan dapat sangat berat. Bahkan belakangan mulai mengemuka pihak-pihak yang mengaku mengalami kekerasan psikis, tetapi sesungguhnya lebih cocok dikategorikan sebagai ’pelaku’. Hal penting lain adalah bahwa korban atau penyintas KDRT sering melaporkan kasus yang dialaminya bukan agar pelaku memperoleh pidana penjara, melainkan agar kekerasan berhenti melalui diberlakukannya model-model sanksi yang lain.

Tujuan

Sehubungan hal di atas penting untuk mendiskusikan ”Aspek Psikologi dalam Penanganan Hukum KDRT” dalam seminar setengah hari untuk penegak hukum dan masyarakat umum. Seminar mengambil momen Hari Bhayangkara atau Hari Kepolisian yang diperingati setiap 1 Juli, dan sekaligus menjadi salah satu dari rangkaian kegiatan 20 Tahun Program Studi Kajian Wanita Program Pascasarjana Universitas Indonesia.

Tujuan dari seminar adalah:

  • membahas psikologi penegak hukum dalam penanganan KDRT dan bagaimana meminimalkan bias
  • membahas nilai-nilai yang memayungi penegak hukum dalam mengupayakan keadilan bagi masyarakat
  • menyampaikan usulan kisi-kisi ’kekerasan psikis’ yang dapat membantu penegak hukum dalam memroses laporan kasus KDRT

Pembicara dan Topik Bahasan:

  1. Dr. Irawati Harsono (Ketua Derap Warapsari):  Psikologi Penegak Hukum dalam Penanganan KDRT (antara lain membahas bias yang dibawa dari rumah, dari pelatihan sebagai penegak hukum, masalah-masalah yang dihadapi dan bagaimana meminimalkan bias)
  2. Ibu Erna Sofwan Syukrie, SH (Mantan hakim yang sekarang menjadi anggota Ombudsman RI): Pengambilan Keputusan Sebagai Hakim Yang Memperjuangkan Keadilan dan Landasan Hukumnya (antara lain membahas nilai/prinsip keadilan yang mendasari, kesulitan-kesulitan di lapangan dan strategi mengatasi keterbatasan hukum untuk mengupayakan keadilan, bentuk-bentuk sanksi dan penyelesaian selain pidana)
  3. Dr. Kristi Poerwandari dan Ester Lianawati, M.Si, Psikolog: Usulan Jabaran Kekerasan Psikis untuk Penanganan Hukum (menjelaskan perbedaan dan tirisan psikologi dan hukum dalam penanganan KDRT, serta menjelaskan usulan jabaran kekerasan psikis untuk mempermudah penanganan hukum)

Dalam seminar akan dibagikan secara cuma-cuma BUKU SAKU UNTUK PENEGAK HUKUM, PETUNJUK PENJABARAN KEKERASAN PSIKIS. Hadirin yang memerlukan buku lebih banyak juga dapat membeli buku saku tersebut seharga Rp. 20.000,-/eksemplar.

Untuk keterangan lebih lanjut, mohon menghubungi Yati atau Dewi di Program Studi Kajian Wanita PPs-UI, tlp: 021-3160788, 3907407

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: