Susah-susah gampang…

Saya alumni Kajian Wanita tahun 2005. Saya mengenal Kajian Wanita ketika saya masih bekerja di BKKBN, kira-kira tahun 1998 karena saya sering mencari tulisan tentang perempuan dan kependudukan. Sudah ada keinginan untuk melanjutkan pendidikan di Kajian Wanita. Tetapi waktu itu belum terpikir untuk melanjutkan kuliah di program magister, karena saya ingin menyelesaikan fungsi reproduksi saya lebih dahulu. Nah, ketika anak kedua saya sudah berumur 14 bulan saya memutuskan untuk meneruskan kuliah, dan satu-satunya pilihan saya waktu itu adalah Kajian Wanita. Anakku inilah yang sangat mendukung ibunya kuliah, dengan menemani malam-malamku menulis makalah dan menyelesaikan tesis. Reza namanya, selalu minta dipasangkan kasur kecil di belakangku untuk dia coret-coret atau dia tidur-tiduran sampai akhirnya tidur beneran. Terima kasih ya, nak.

Benar saja, banyak hal menarik tentang isu-isu perempuan ketika saya kuliah di Kajian Wanita, terutama tentang kesehatan reproduksi perempuan. Dari awal saya masuk di Kajian Wanita, memang saya sudah ingin melihat lebih dalam tentang pelayanan keluarga berencana di lapangan, khususnya implant. Sehingga dari semester awalpun, makalah untuk setiap mata kuliah terkait dengan pelayanan keluarga berencana. Sampai ada sebutan “miss implant” dari teman-teman di Kajian Wanita untuk saya.

Mata kuliah yang sangat terkesan untuk saya adalah ketika mengikuti mata kuliah perempuan dan kesehatan di Ford Foundation dengan ibu Meiwita dan Uni Anita Rachman. Disanalah saya mengenal bahwa aborsi adalah “pro life atau pro choice”. Di lapangan, banyak perempuan yang hamil karena gagal KB dan beberapa diantaranya meminta untuk ditunjukkan tempat aborsi.

Waktu itu saya tidak mau menanggapi, karena saya juga tidak tahu harus berbuat apa. Pada saat itulah kami berdiskusi dengan ibu Meiwita tentang aborsi yang aman untuk perempuan, kemana perempuan bisa melakukan aborsi, dan bagaimana proses aborsi itu dilakukan. Aborsi untuk kehamilan yang tidak diinginkan karena kegagalan atau tidak mendapatkan akses untuk alat kontrasepsi adalah pilihan bagi perempuan. Perempuan mempunyai hak untuk memilih, meneruskan kehamilan atau menghentikan kehamilan dengan aborsi yang aman, karena bila mereka tidak tahu kemana mereka bisa melakukan aborsi secara aman, mereka akan melakukan aborsi yang tidak aman dan membahayakan jiwa mereka. Diskusi itu sangat berarti bagi saya dalam membantu teman-teman di lapangan ketika mereka dihadapkan pada pilihan untuk mengantarkan perempuan yang mengalami kehamilan tidak diinginkan karena kegagalan kontrasepsi.

Kajian Wanita memberikan banyak pencerahan kepada saya tentang isu-isu perempuan dan kesehatan reproduksi khususnya pelayanan keluarga berencana. Perempuan dijadikan obyek dari kebijakan pengendalian kependudukan dalam hal ini keluarga berencana dan negara tidak menghargai hak reproduksi perempuan seperti yang tercantum dalam ICPD (1994). Padahal, perempuan mempunyai hak yang sama untuk bebas dari rasa takut dalam pengambilan keputusan namun disertai dengan rasa tanggungjawab, dimana proses pilihan dibuat setelah menerima informasi yang cukup tentang baik buruknya menggunakan alat kontrasepsi dalam kaitan dengan fungsi dan proses reproduksinya.

Kajian Wanita memberikan banyak manfaat bagi saya, terkait dengan tempat kerjaku yang sekarang, dimana kami harus melakukan analisa tentang isu perempuan dan gender. Saya sendiri juga mendorong teman-teman di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk meneruskan kuliah di Kajian Wanita karena ilmu yang mereka dapatkan akan sangat berguna dalam melakukan pembuatan kebijakan terkait dengan isu perempuan. Tapi ya….susah-susah gampanglah. Tapi kalau ada yang tanya-tanya tentang Kajian Wanita dan mereka mulai berminat mulailah saya menjelaskan secara panjang lebar tentang untungnya kuliah di Kajian Wanita.

Adanya Forum Alumni Kajian Wanita ini dapat memberikan pencerahan kepada kami, alumni Kajian Wanita untuk berbagi informasi dan pengetahuan tentang isu-isu perempuan yang selalu berkembang.

Salam,

Eko Novi Ariyanti RD.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: