Undangan Menulis Makalah dan Berpartisipasi

PROGRAM PENGETAHUAN DARI PEREMPUAN INDONESIA

Undangan Menulis Makalah dan Berpartisipasi

KONFERENSI I tentang HUKUM DAN PENGHUKUMAN

Minggu, 28 November s/d Rabu, 1 Desember 2010

Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia, Kampus Depok

Latar Belakang

Undang-undang mengenai Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga merupakan suatu keberhasilan dan terobosan sangat penting dalam mengupayakan keadilan bagi korban. Meski demikian, ada cukup banyak kebingungan dari istri yang ingin suaminya berhenti melakukan tindak kekerasan, tetapi tidak ingin sang suami dipidana penjara karena berbagai alasan termasuk untuk menghindari stigma.

Sementara itu mencoba menjawab berbagai persoalan kompleks dalam masyarakat, beberapa tahun terakhir ini berkembang wacana kuat mengenai pengaturan masyarakat dengan memfokus pada aspek moralitas. Semuanya langsung maupun tidak langsung banyak menyangkut perempuan dan konstruksi gender dalam ranah privat, publik maupun kebijakan. Pada saat sama kita mengamati situasi hak asasi manusia di tempat-tempat penahanan dan lembaga pemasyarakatan yang menyulitkan terpenuhinya hak atas kondisi hidup yang layak.

TUJUAN, DAN SIGNIFIKANSI KONFERENSI

Konstruksi hukum selama berabad-abad hingga kini, didominasi oleh bangunan pemikiran laki-laki, untuk kepentingan penguasa. Dalam tampilannya di masa kini, konstruksi hukum yang didominasi oleh bangunan pemikiran laki-laki untuk kepentingan penguasa tampil dalam wacana yang mempersempit kompleksitas berbagai persoalan kenegaraan dan kemasyarakatan dalam kacamata moral. Penyelesaian demikian berpotensi makin merentankan posisi perempuan, melanggengkan berbagai stereotipe dan diskriminasi, sekaligus melemahkan sendi-sendi penghormatan terhadap kebhinekaan.

Sehubungan hal di atas, menjadi sangat penting untuk menyediakan mekanisme bagi masyarakat, khususnya perempuan yang dalam konstruksi gender yang patriarkis berada dalam posisi rentan dan sering dikorbankan, untuk secara terbuka menyampaikan persoalan-persoalan, temuan pendampingan dan kerja lapangan, hasil-hasil penelitian, serta pemikiran-pemikiran baru untuk menanggulangi kebuntuan dan membuka pemahaman baru. Rekonstruksi hukum dan penghukuman – dalam arti dan cakupan seluas-luasnya – perlu dilakukan dengan memerhatikan pengalaman perempuan dan kelompok marjinal sekaligus merekonstruksi nilai-nilai, perspektif, teori dan cara berperilaku kita dalam memahami, mengelola dan menyelesaikan wacana publik.

Wacana ‘hukum dan penghukuman’ di sini diartikan secara luas, bukan hanya dalam artian hukum positif (perdata, pidana) dan kebijakan-kebijakan formal di tingkat nasional maupun daerah. Masuk pula di sini berbagai diskusi mengenai bagaimana masyarakat mempersepsi, mengevaluasi, memberikan sanksi, melakukan pemantapan nilai-nilai dan perilaku dalam keluarga, di sekolah, dalam hubungan kerja, dalam relasi antar kelompok, hingga ke hukum dan kebijakan formal. Pada intinya, konferensi diarahkan untuk dapat mengambil intisari pemaknaan pengalaman lapangan, membuka dan mengusulkan pemahaman dan pemikiran baru – dapat bersifat konseptual maupun strategis, mengenai hukum, bukan sebagai alat represi melainkan sebagai wadah pendidikan masyarakat.

TEMA DAN KONTEKS BAHASAN

Untuk memudahkan pembelajaran dan berbagi pengetahuan, percakapan dalam konferensi akan dibagi dalam kategori-kategori besar yang sekaligus mengintegrasikan aksi, refleksi dan pengetahuan menjadi alur besar konferensi:

A. Berbagi cerita dan/atau pembahasan pengalaman lapangan terkait hukum dan penghukuman dari individu/kelompok perempuan sebagai subjek hukum, serta dari kerja pendampingan, advokasi dan berbagai bentuk pembelajaran lapangan lain (= PENGALAMAN LAPANGAN)

B. Kajian konseptual lintas disiplin mengenai hukum dan penghukuman, terkait pendasaran filosofisnya, perenungan konseptual dari pengalaman lapangan, tinjauan dari berbagai disiplin dan konsep berbeda; termasuk di dalamnya kajian terhadap berbagai produk perundangan yang telah disahkan, dan atau rancangan peraturan (= KAJIAN KONSEPTUAL)

C. Diskusi mengenai rekomendasi dan pemikiran-pemikiran alternatif mengenai hukum dan penghukuman untuk memastikan penyimpulan konseptual dalam pemikiran-pemikiran pembaruan hukum yang bermuara pada perlindungan masyarakat dan penghormatan akan martabat dan hak-hak asasi manusia (= PEMIKIRAN ALTERNATIF)

Tema-tema khusus yang dapat dikembangkan antara lain:

• Politik seksualitas dan konstruksi identitas perempuan

• Pelanggaran HAM berat berbasis gender

• Gender dan peran negara dalam rezim-rezim penghukuman

• Penghukuman dan alternatif-alternatif sanksi sosial

• Politik budaya, keberdayaan perempuan dan masyarakat marginal

• Pluralisme hukum dan akses terhadap keadilan

• Demokrasi dan demokratisasi

• Kajian hukum nasional, hukum adat dan hukum agama

• Upaya perempuan, agency , strategi dan pemikiran-pemikiran baru

• Tema-tema khusus lain yang relevan

Untuk memudahkan, bahasan mengenai tema atau topik-topik khusus dari butir-butir dalam kategori-kategori/alur di atas dapat dikembangkan dari situasi nyata konteks-konteks berikut:

• Pembelajaran dari berbagai instrumen internasional, implementasi instrumen nasional dan pengalaman negara-negara lain

• Perempuan dan relasi gender terkait tubuh, seksualitas, reproduksi dan kehidupan berkeluarga

• Perempuan dan relasi gender terkait sumberdaya alam, masyarakat adat, masyarakat terpencil dan masyarakat miskin perdesaan

• Perempuan buruh, pekerja migran, pekerja rumahtangga, pekerja informal dan masyarakat miskin kota

• Perempuan dan relasi gender dalam otonomi daerah, konteks konflik dan kerja perdamaian

• Perempuan dan relasi gender dalam wacana pluralitas budaya, beragama dan berkeyakinan

• Perempuan korban yang diposisikan sebagai pelaku kejahatan/kriminal

• Perempuan sebagai pekerja kemanusiaan dan pekerja HAM

• Perempuan bicara mengenai isu-isu strategis lain (mis. perdagangan manusia dan perdagangan perempuan hingga ke bentuk-bentuknya yang paling kejam dan destruktif, perdagangan narkoba lintas negara, korupsi, hukuman mati, dan lain sebagainya)

PESERTA, UNDANGAN UNTUK BERPARTISIPASI DAN JADWAL

Konferensi mengundang partisipasi yang sama aktifnya dari praktisi lapangan, akademisi, peneliti dan individu-individu lain yang berminat, dari kalangan non hukum (sosiologi, antropologi, kesehatan, psikologi, seni, bahasa, media dan lain sebagainya). Mekanisme yang digunakan adalah gabungan antara ’undangan menulis makalah’ (’call for papers’), terutama bagi kalangan akademik dan umum, serta ‘afirmasi-rekomendasi’, khususnya bagi pekerja kemanusiaan dan pekerja HAM yang bergelut di lapangan.

Untuk mekanisme afirmasi-rekomendasi, mohon agar pemberi rekomendasi menyampaikan informasi tertulis mengenai:

• Diri sendiri (individu, kelompok dan/atau lembaga) dengan bidang yang ditekuni

• Siapa (individu, kelompok dan/atau lembaga) yang direkomendasikan untuk mempresentasikan materinya, serta tema/topik yang akan disampaikan

• Alasan mengapa individu, kelompok dan/atau lembaga, serta tema/topik tersebut penting untuk dibagikan atau disampaikan dalam konferensi

Mohon mengunduh formulir pernyataan minat untuk ikut atau formulir rekomendasi di http://pengetahuan.komnasperempuan.or.id

Tenggat penyerahan abstrak / penyerahan rekomendasi : Jumat, 16 Juli 2010

Pengumuman paper yang disetujui : Jumat, 20 Agustus 2010

Tenggat registrasi (pendaftaran sebagai peserta) : Selasa, 31 Agustus 2010

Mohon mengirimkan formulir melalui email ke pengetahuan@komnasperempuan.or.id; CC: kajianperempuan@gmail.com. Berbagai pertanyaan atau usulan lebih lanjut juga dapat dikirim ke alamat sama.

Panitia akan membiayai transportasi dan akomodasi untuk penulis yang makalahnya disetujui

PENGETAHUAN DARI PEREMPUAN dan PENGARAH

Konferensi digagas dan diselenggarakan sebagai bentuk kerjasama antara Program Studi Kajian Wanita (Kajian Gender) Program Pascasarjana Universitas Indonesia dan Komnas Perempuan, sebagai konferensi pertama, yang menjadi bagian dari Program Jangka Panjang INSTITUTIONALISASI PEMBANGUNAN PENGETAHUAN DARI PEREMPUAN INDONESIA (PENGETAHUAN DARI PEREMPUAN). Program jangka panjang ini dilatarbelakangi oleh kenyataan lemahnya institusionalisasi kerja perempuan di berbagai tingkatan dan sektor berbeda, dan adanya kebutuhan mendesak untuk melahirkan dan memastikan penguatan jangka panjang suatu mekanisme nasional untuk membangun pengetahuan dari perempuan.

KOMITE PENGARAH (berdasar urutan abjad)

Kamala Chandrakirana – Kristi Poerwandari – Nani Zulminarni – Neng Dara Affiah – Sjamsiah Achmad – Sri Kusyuniati – Sulistyowati Irianto – Yustina Rostiawati

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Yati / Dewi: 021.3160788, Fax: 021.3907407

Email dikirim ke : pengetahuan@komnasperempuan.or.id

Poster PDF – KONFERENSI HUKUM DAN PENGHUKUMAN-konsep29mei2010

Poster Konferensi

Leaflet 1

Leaflet 2

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: